KONKRET.ID BENGKULU UTARA – Dua terdakwa kasus dugaan korupsi dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) afirmasi non fisik Kabupaten Seluma pada 2020, antara lain EH dan F divonis 1 tahun penjara oleh Pengadilan Negeri Bengkulu, dan denda Rp 50 Juta subsider tiga bulan penjara, Kamis 4 Agustus 2022.
Kasi Penuntutan Kejaksaan Tinggi Bengkulu, Rozano Yudistira di Bengkulu, Kamis, mengatakan bahwa hakim menyatakan kedua terdakwa terbukti bersalah secara sah dan meyakinkan.
“Kedua terdakwa masing-masing menerima vonis satu tahun penjara dan denda Rp50 juta subsider tiga bulan,” kata Rozano.
Sementara itu, pengacara kedua terdakwa yaitu, Sofyan Siregar menyebutkan bahwa akan memanfaatkan waktu untuk berfikir terkait putusan majelis hakim tersebut.
“Sebab prinsipnya fakta persidangan mengarah ke hal-hal yang seperti ini dan kami berterima kasih terhadap majelis hakim,” ucapnya.
Sebelumnya, terdakwa F bersama terdakwa EH yang merupakan mantan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Seluma ditetapkan tersangka oleh pengadilan Bengkulu.
Sebab keduanya berperan aktif mengkondisikan pembelian laptop pada para kepala sekolah tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di PT biru komputer menggunakan dana BOS afirmasi non fisik Kabupaten Seluma pada 2020.
Akibat dari perbuatan ke dua terdakwa tersebut, berdasarkan hasil audit Badan Pengawasan dan Pembangunan (BPKP) negara mengalami kerugian mencapai Rp500 juta.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Dua terdakwa kasus korupsi di Bengkulu divonis satu tahun penjara



































