BENGKULU UTARA, – Pengerjaan proyek revitalisasi di SMA Negeri 4 Bengkulu Utara yang terletak di Jl. Raya Penyangkak – Lubuk Durian, diduga dikerjakan asal-asalan, lantaran tidak mengikuti panduan teknis pengerjaan. Sehingga terkesan pihak sekolah selaku penerima/pengelola dana Program Bantuan Revitalisasi Satuan Pendidikan tahun 2025 ini ingin mendapatkan keuntungan lebih dari pelaksanaan proyek dimaksud.
Sebagaimana diketahui, proyek yang menelan dana hampir 1 Miliar ini seharusnya mengikuti panduan atau ketentuan sebagaimana petunjuk teknis pelaksanaan dalam pembangunan gedung. Salah satu kejanggalan yang ditemui dan terlihat jelas yakni terjadi pada pengerjaan pemasangan keramik lantai.
Dalam pelaksanaan pekerjaan lantai, tampak jelas pasangan keramik lama tidak dibongkar terlebih dahulu, tetapi langsung ditimpa oleh adukan yang kemudian disusun keramik baru. Memang dengan sistem pengerjaan seperti ini akan lebih mudah dan lebih ringan baik dari biaya, upah, maupun waktu pengerjaannya. Namun apakah cara pengerjaan seperti itu benar.?
Sehingga wajar pihak pemerhati pembangunan di daerah ini menduga pihak sekolah ingin meraup keuntungan lebih dari dana pelaksanaan proyek swakelola tersebut.
Alasan Kepala Sekolah
Kepala Sekolah SMA Negeri 4 Bengkulu Utara, Sugiardianto, saat ditemui awak media ini beralasan bahwa pengawasan dalam pelaksanaan proyek ini sudah dilakukan secara optimal, namun Dia mengelak dan menyalahkan tukang yang tidak mau mengikuti arahan dari pihaknya.
“Sebenarnya sudah saya suruh tukang untuk dibongkar, karena seluruh pengawas sibuk sehingga tidak bisa mengawasi,” dalih Kepala Sekolah saat dikonfirmasi awak media ini pada Selasa, 04 November 2025.
Bahkan, Kepala Sekolah Sugiardianto juga mengakui bahwa dia sempat mendapat teguran dari rekan nya sesama kepala sekolah yang mengatakan bahwa cara pengerjaan seperti itu tidak dibenarkan dalam pemasangan lantai keramik.
Sikap Janggal Kepala Sekolah
Kejanggalan lain yang mengejutkan awak media ini adalah, saat salah seorang oknum di sekolah tersebut menyodorkan amplop berisi sejumlah uang kepada awak media ini. Tentu saja amplop berisi uang tersebut secara tegas ditolak oleh awak media ini.
Ketika ditanya uang dalam amplop tersebut sumbernya darimana dan apa maksud dan tujuannya memberikan sejumlah uang kepada awak media, Kepala sekolah mengatakan bahwa itu uang rokok dan dari kantong pribadinya.
“Itu uang pribadi saya untuk beli rokok,” ucapnya.
Kepala Sekolah Sebut, Proyek Diawasi Penegak Hukum
Ungkapan yang belum dapat dimengerti apa tujuannya, yakni kepala sekolah mengungkapkan bahwa pelaksanaan pembangunan proyek revitalisasi tersebut diawasi oleh penegak hukum dalam hal ini, kata dia, pihak Kejaksaan.
“Pelaksanaan dan penggunaan dana revitalisasi sekolah ini diawasi pihak kejaksaan,” katanya.
Respon Pemerhati Pembangunan
Salah satu pemerhati pembangunan di daerah itu mengungkapkan kekecewaannya terhadap lemahnya pengawasan dalam pembangunan dan penggunaan dana revitalisasi di sekolah tersebut
“Kami sangat kecewa dengan kepala sekolah SMA 04, jika tidak ada pengawasan dari masyarakat pasti pekerjaan pemasangan keramik itu di lanjut seperti semula pemasangan keramik baru di atas keramik lama,” tandasnya. [**]



































Respon (1)