BENGKULU – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bengkulu mengungkapkan salah satu penyebab tingginya kasus terinfeksi peyakit Tuberculosis (TBC) yang diderita oleh warga Kota Bengkulu.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kota Bengkulu Sri Martiana mengatakan, tingginya kasus TBC di daerah tersebut disebabkan karena banyak warga yang ketika mengalami gejala batuk lebih dari dua pekan, namun tidak diperiksa di fasilitas kesehatan.
Penyebab lainnya menurut dia, ada pula faktor rokok, dan kurangnya pencahayaan di rumah. Kendati demikian untuk saat ini angka kematian akibat tuberkulosis di Bengkulu masih rendah.
“Hingga saat ini tim Dinkes menemukan 878 warga terinfeksi TBC dan kasus TBC tersebut cukup banyak dan belum banyak ditemukan,” kata,” K di Kota Bengkulu, Jumat 01/09/2023.
Padahal, tim kesehatan Kota Bengkulu terus melakukan deteksi dini dengan melakukan pemeriksaan dan membawa alat-alat kesehatan seperti pot dahak untuk diperiksa namun, masyarakat tidak ingin diperiksa.
Guna menekan angka penyebaran TBC di Kota Bengkulu, pihaknya terus melakukan edukasi dan penyuluhan yang bekerjasama dengan yayasan maupun puskesmas yang ada di Bengkulu.
Dia mengimbau masyarakat jika ada anggota keluarga yang menderita TBC segera dibawa ke puskesmas atau rumah sakit umum setempat, sehingga penyakit tersebut dapat disembuhkan dalam waktu dekat.
Untuk gejala penyakit TBC yaitu batuk lebih dari dua pekan, demam menggigil dan kurangnya nafsu makan.
“Jika ada warga maupun anggota keluarga yang memiliki gejala TBC agar segera dibawa ke fasilitas kesehatan terdekat agar penyakit yang diderita dapat disembuhkan cepat,” ujar dia.



































