BANYUASIN, – Polemik dugaan adanya belatung/ulat dalam nasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMP Negeri 1 Sembawa akhirnya menemukan titik terang. Tim Bagian Gizi Dinas Kesehatan Kabupaten Banyuasin mengakui bahwa kejadian tersebut memang terjadi, sebagaimana disampaikan pihak sekolah saat dilakukan investigasi lapangan.
Hal itu diungkapkan Mastarina Ginting dari Bagian Gizi Dinkes Banyuasin usai melakukan sidak dan peninjauan langsung ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) selaku penyedia MBG, pada selasa (03-02-2026) hingga Kamis, (05/02/2026).
Baca Juga : Polemik Ulat dalam Nasi MBG SMP Negeri 1 Sembawa, Siswa Mengakui, Sekolah Membantah
Wali Murid Mengaku Melihat Ulat Dalam Nasi MBG yang Diterima Anaknya di SMP N 1 Sembawa
“Saat kami menerima informasi itu, kami langsung diberi tugas untuk investigasi ke lapangan. Kami turun langsung ke sekolah dan SPPG,” ujar Mastarina, di Kantor Dinkes Banyuasin pada Kamis, (05/02/2026).
Dalam investigasi tersebut, Tim Gizi Dinkes menelusuri berbagai aspek, mulai dari kondisi lingkungan dapur, bangunan, bahan makanan, hingga alur kerja penyajian. Secara umum, dapur MBG dinilai layak untuk operasional, namun masih terdapat sejumlah catatan penting yang perlu segera dibenahi.
“Secara umum mereka memang sudah layak. Bangunan bagus, bahan juga bagus. Tapi ada beberapa saran yang kami berikan,” jelasnya.
Salah satu perhatian utama Dinkes adalah potensi kontaminasi silang, baik dari lingkungan, peralatan, maupun dari pekerja dapur itu sendiri. Penataan ruangan dan penerapan prinsip higienitas dinilai masih belum maksimal.
“Masih ada hal-hal yang memungkinkan terjadinya kontaminasi silang, bisa dari bakteri atau langsung dari orangnya, pekerja MBG. Penataan ruangan higienitasinya juga masih kurang. Ini yang akan kami bina secara bertahap,” kata Mastarina.
Sebagai langkah perbaikan, Dinas Kesehatan menganjurkan pihak SPPG agar segera mengurus sertifikat higienitas, sebagai bagian dari pemenuhan standar keamanan pangan dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis.
Terkait temuan belatung dalam nasi MBG, Mastarina menyebut pihaknya telah meminta klarifikasi langsung kepada sekolah. Dari keterangan guru, kejadian tersebut diakui memang ada dan telah ditangani sesuai prosedur operasional standar (SOP).
“Pihak sekolah menyampaikan kepada kami bahwa kejadian belatung dalam nasi itu memang ada. Namun langsung ditangani sesuai SOP. Ada tindakan langsung dari sekolah ke pihak SPPG,” ungkapnya.
Dinas Kesehatan menegaskan bahwa pihaknya tidak memiliki kewenangan memberikan sanksi, namun hasil investigasi telah diteruskan melalui Satuan Tugas MBG Kabupaten Banyuasin.
“Dari Dinkes tidak berhak memberikan sanksi, tetapi laporan sudah kami teruskan. Satgas MBG Kabupaten Banyuasin sudah membuat surat ke Badan Gizi Nasional (BGN),” ujar Aris Wijayanto dari Dinkes Banyuasin.
Meski demikian, Dinkes memastikan pembinaan dan evaluasi akan terus dilakukan agar pelaksanaan MBG benar-benar memenuhi standar kebersihan dan keamanan pangan. Hal ini dinilai penting mengingat program tersebut bersentuhan langsung dengan kesehatan peserta didik.
Dengan hasil investigasi ini, Dinas Kesehatan berharap pengelola dapur MBG, pihak sekolah, serta instansi terkait dapat meningkatkan pengawasan dan disiplin penerapan higienitas, sehingga kejadian serupa tidak kembali terulang dan kepercayaan masyarakat terhadap Program Makan Bergizi Gratis tetap terjaga.
Pewarta : Shr
































