/
/
banner 728x250
HeadlineNasionalOlahragaPeristiwa

Kerusuhan Suporter di Jawa Timur, 127 Orang Tewas 2 Diantaranya Polisi

416
×

Kerusuhan Suporter di Jawa Timur, 127 Orang Tewas 2 Diantaranya Polisi

Sebarkan artikel ini
banner 728x250

KONKRET.ID JAWA TIMUR – Peristiwa kerusuhan suporter sepakpola dalam laga pekan ke-11 Liga 1 2022-2023, saat pertandingan Arema FC vs Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan Kepanjen, Kabupaten Malang Provinsi Jawa Timur, tercatat 127 orang meninggal 2 orang diantaranya merupakan anggota polisi, Sabtu malam (01/10/2022).

Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nico Afinta mengatakan, kerusuhan suporter pecah seusai pertandingan. Polisi mencatat, 34 orang meninggal dunia di stadion, sementara lainnya meninggal dunia di rumah sakit. Selain itu, ada sekitar 180 orang tengah dirawat di sejumlah rumah sakit.

“Dalam kejadian tersebut telah meninggal 127 orang, dua di antaranya anggota Polri, 34 orang meninggal di stadion, sisanya meninggal di rumah sakit,” ungkap Kapolda Jawa Timur, Minggu (2/10/2022).

Dugaan sementara, para korban terinjak-injak supporter lain, serta sesak nafas akibat semprotan gas air mata jajaran keamanan. Kericuhan bermula saat para suporter Arema menyerbu lapangan usai timnya kalah melawan Persebaya.

Banyaknya suporter yang menyerbu lapangan direspons polisi dengan menghalau dan menembakkan gas air mata. Gas air mata juga ditembakkan ke arah tribun. Tembakan gas air mata tersebut membuat para suporter panik, berlarian, dan terinjak-injak.

Kerusuhan pecah tak lama setelah wasit meniup peluit tanda berakhirnya pertandingan, yang mana Persebaya Surabaya menang 3-2 atas Arema FC di Stadion Kanjuruhan, Kepanjeng, Malang, Sabtu 1 Oktober 2022 malam WIB.

“Para penonton turun ke tengah lapangan, dan berusaha mencari para pemain untuk menanyakan kenapa sampai kalah, atau melampiaskan. Karena itu, pengamanan melakukan upaya-upaya pencegahan, dan melakukan pengalihan supaya mereka tidak masuk ke dalam lapangan,” ucap Kapolda Jawa Timur.

Nico menyebutkan, saat itu timnya mencoba memberikan imbauan dengan cara persuasif. Namun, cara itu tak berhasil. Alhasil, massa kian beringas menyerang dan merusak mobil kepolisian.

Baca Juga :  Rumah Warga Air Napal Ludes Terbakar

“Upaya pencegahan sampai dilakukan gas air mata, karena sudah merusak mobil (polisi) dan akhirnya gas air mata disemprotkan,” terangnya. [**]

Please follow and like us:
Pin Share
Ikuti konkret.id di

Respon (1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *