BENGKULU – Kehadiran Presiden Jokowi di Bengkulu disambut pula dengan aksi puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Bengkulu dan BEM NUS, aksi digelar di depan Masjid Khalifah SMPN 2 Bengkulu, Kamis 20 Juli 2023.
Dalam aksi ini Ketua Umum HMI Cabang Bengkulu, Maulana Taslam meminta presiden menyoroti beberapa permasalahan di Provinsi Bengkulu yang telah berlarut-larut dan tidak kunjung terselesaikan.
“Kami dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Bengkulu ingin menyampaikan kepada Presiden Republik Indonesia, bahwasanya ada permasalahan yang ada di Provinsi Bengkulu yang sedari dulu belum juga terselesaikan,” ungkap Maulana Taslam.
HMI Cabang Bengkulu meminta Presiden Joko Widodo menyelesaikan permasalahan tersebut dalam tempo sesingkat-singkatnya.
Sementara itu di lokasi yang sama juga ada aksi gabungan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Provinsi Bengkulu menyambut kedatangan Presiden Republik Indonesia.
“Kami ingin bertemu dan berdialog kepada Presiden RI, tetapi permintaan kami tidak di indahkan maka dari itu kami memberi kartu merah kepada Presiden RI,” ungkap M Yusuf Putra Puralam.
Berikut ini poin tuntutan mereka ;
- Persoalan konflik Tambang Pasir Besi illegal milik PT Faminglevto bakti abadi yang berkonflik dengan masyarakat desa Pasar Seluma.
- Konflik agraria perkebunan Sawit di Malin Deman kabupaten Mukomuko antara perusahaan PT DDP dengan masyarakat.
- Infrastruktur jalan dan jembatan di Provinsi Bengkulu yang rusak dan tak kunjung diperbaiki.
- Kerusakan lingkungan taman nasional kerinci seblat oleh aktivitas tambang ilegal yang berpotensi menimbulkan bencana alam dan kerusakan lingkungan hidup serta mengancam tempat tinggal gajah sebelat.
- PLTU teluk sepang yang mengancam hajat hidup masyarakat dan ekosistem lingkungaan hidup
- Penanganan aksi massa yang berujung kericuhan di Bengkulu
- Limbah medis RSUD M Yunus yang dibuang di tempat yang tidak ideal. [**]


































