/
/
banner 728x250
PemalangPeristiwa

Empat Hari Dikabarkan Hilang, Nelayan Pemalang Ditemukan di Perairan Laut Bangka

679
×

Empat Hari Dikabarkan Hilang, Nelayan Pemalang Ditemukan di Perairan Laut Bangka

Sebarkan artikel ini
banner 728x250

PEMALANG – Setelah empat hari dikabarkan hilang seorang nelayan bernama Rusmanto (45) warga Desa Surajaya, Kecamatan Pemalang, Kabupaten Pemalang akhirnya ditemukan di perairan laut Erlin, Bangka, Provinsi Bangka Belitung.

Rusmanto kabarnya terseret arus laut dari perairan Jakarta hingga  ke Bangka Belitung. Dia ditemukan pada Minggu sore (10/9/2023), setelah Empat hari terombang ambing di laut lepas

Kepala Desa Surajaya, Wasno, saat di konfirmasi membenarkan bahwa yang bersangkutan adalah warganya. Namun demikian, Rusmanto sudah 3 Tahun tak pernah pulang menengok keluarganya.

Awal kejadian, saat Rusmanto memperbaiki Kapal Compreng yang berlubang di Pelabuhan Muara Angke, Jakarta Utara, Kamis (7/9/2023). Tanpa sepengetahuan rekan-rekannya, Rusmanto langsung terjun ke laut dan mencoba menambalnya.

Setelah jangkar kapal terangkat Rusmanto pergi untuk mencari ikan di perairan Karimata, tanpa diketahui oleh rekan-rekannya dan kemudian ia tertinggal di laut seorang diri.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, Rusmanto ditemukan oleh nelayan Rebo atas nama Herman di sekitaran Karang Erlin (bagan) pada Minggu sekira Pukul 16.05 WIB dengan keadaan selamat, namun bagian wajah nampak hitam bagaikan terbakar.

Dinas Sosial Bangka dan pemilik kapal akan segera memulangkan Rusmanto ke keluarganya di Desa Surajaya, Pemalang, Jawa Tengah.

Terpisah, Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia ( HNSI) cabang Pemalang, ketika dikonfirmasi lewat sambungan teleponnya, pada Selasa ( 12/9/2023 ) mengatakan

Tidak ada laporan yang masuk ke HNSI dan beritanya juga membingungkan, ” ” “Terkait lokasi dimana korban saat turun dari kapal ke laut dan pantai rebo itu daerah mana masuk wilayah kabupaten atau kota mana?” Kata Hasan

“Maka kami DPC HNSI kabupaten Pemalang, susah untuk kordinasi dengan DPC lain karena tidak jelas kabupaten atau kota mana yang dapat kami ajak komunikasi,” jelasnya.

Baca Juga :  Dugaan Skandal Kades dengan Mantan Istri Warga di Banyuasin Terungkap

Terkait kejadian ini, Abul Hasan menghimbau, agar nelayan tetap waspada saat bekerja di laut, mengingat cuaca saat ini kurang bisa diprediksi dan tetap jaga keselamatan kerja, mengingat pekerjaan nelayan sangat berisiko tinggi.

Kemudian agar nelayan bisa secepatnya kordinasi dan melaporkan dengan pihak tetkait,saat terjadi permasalahan dilaut, agar segera mendapatkan penanganan secerpatnya. [Ragil]

Please follow and like us:
Pin Share
Ikuti konkret.id di

Respon (2)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *