/
/
banner 728x250
DaerahRejang Lebong

Satpel TTA Simpang Nangka Siap Antisipasi Arus Pemudik Lebaran 2025

403
×

Satpel TTA Simpang Nangka Siap Antisipasi Arus Pemudik Lebaran 2025

Sebarkan artikel ini
banner 728x250

REJANG LEBONG, – Berdasarkan informasi dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub), arus mudik Lebaran 2025 diperkirakan akan dimulai sejak tanggal 21 Maret 2025. Pada tanggal tersebut, puncak arus mudik biasanya mulai terlihat dengan banyaknya pemudik yang memanfaatkan hari libur untuk kembali ke kampung halaman.

Sedangkan arus balik Lebaran 2025 diperkirakan akan mulai terjadi pada tanggal 11 April 2025. Pada tanggal tersebut, banyak pemudik yang mulai kembali ke kota-kota besar setelah merayakan lebaran bersama keluarga di kampung halaman. Puncak arus balik biasanya berlangsung beberapa hari setelah tanggal tersebut, hingga hari-hari terakhir libur.

Dengan meningkatnya jumlah pemudik, seperti yang disampaikan kepada awak media ini, Rabu (19/03/2025), tindakan preventif seperti pemeriksaan kendaraan (Ramcheks ) ini akan membantu memastikan bahwa armada angkutan umum yang beroperasi selama mudik Lebaran dapat mengangkut penumpang dengan aman dan nyaman. Langkah ini juga menunjukkan keseriusan dalam mengantisipasi arus mudik yang sudah dimulai beberapa waktu lalu.

Satpel TTA Simpang Nangka berencana menerapkan sejumlah pengawasan untuk mengantisipasi kepadatan di simpul transportasi dan ruas jalan. Pengawan ini penting untuk memastikan kelancaran arus mudik dan balik serta meminimalisir potensi kemacetan yang panjang.

Kepala Balai Kelas III Bengkulu, Taufik Erfin AMd LLASD ST SE MM, melalui Pengawas Satpel TTA Simpang Nangka, Edi Azhari SH MM, menyampaikan bahwa arus mudik sebenarnya sudah dimulai sejak beberapa waktu lalu.

Hal ini mengindikasikan bahwa meskipun prediksi puncak arus mudik baru dimulai pada 21 Maret 2025, sebagian orang telah mulai melakukan perjalanan lebih awal, terutama mereka yang mungkin ingin menghindari kepadatan arus mudik di puncaknya.

Untuk itu, persiapan dari pihak terkait, seperti peningkatan pengawasan di titik-titik penting, pemantauan arus lalu lintas, serta penyediaan fasilitas untuk pemudik, sudah mulai dilakukan jauh sebelum puncak arus mudik tiba.

Baca Juga :  Ini Dua Calon Sekda Benteng

Dengan adanya persiapan dini ini, diharapkan pergerakan pemudik dapat berjalan lancar dan aman, serta mengurangi kemacetan yang biasa terjadi pada masa-masa puncak.

“Dari pantauan di terminal, memang terlihat sudah ada peningkatan aktivitas masyarakat Rejang Lebong yang keluar masuk untuk mudik, meskipun puncak arus mudik belum resmi dimulai. Hal ini bertepatan dengan libur sekolah menjelang lebaran nanti,” ujarnya.

Dengan peningkatan jumlah pemudik yang sudah mulai terlihat, penting bagi pihak terkait untuk terus memantau dan mempersiapkan segala sesuatunya, seperti kesiapan transportasi, pengaturan lalu lintas, dan penyediaan fasilitas di terminal dan posko-posko lainnya.

Tindakan yang diambil oleh pihak terkait, seperti melakukan ramcek (pemeriksaan) terhadap bus yang beroperasi, merupakan langkah yang sangat penting untuk memastikan keselamatan pemudik selama perjalanan.

Pemeriksaan ini dilakukan secara internal untuk memastikan bahwa bus yang digunakan dalam arus mudik dalam kondisi yang layak jalan, terutama terkait dengan kondisi mesin, rem, ban, serta kelengkapan kendaraan lainnya.

Hal ini juga untuk mengurangi risiko kecelakaan yang bisa terjadi akibat kerusakan teknis selama perjalanan.

“Dalam upaya memberikan kenyamanan bagi para pemudik, untuk itu antisipasi kami melakukan pengecekan kendaraan (Ramcheks) guna memastikan kendaraan layak jalan untuk mencegah masalah teknis yang mungkin terjadi saat berkendara. Kemungkinan nanti ada Ramcheks gabungan melibatkan polres, Polsek, PM, Dishub,” sampai Edi.

“Selain itu, melihat kondisi alam dengan sering terjadi banjir dan longsor, penting untuk selalu waspada dan memastikan kendaraan dalam kondisi baik melalui pemeriksaan rutin. Kondisi jalan yang sering berubah bisa membahayakan, jika kendaraan tidak dalam kondisi prima, jadi pastikan sopir dan PO (Perusaan Otobus) layak jalan dulu” tambah Dia.

Baca Juga :  Kelangkaan LPG 3Kg Perlu Penanganan Segera, Gubernur Rohidin Lakukan Ini

Pemerintah dan pihak terkait biasanya melakukan berbagai persiapan untuk memastikan kelancaran arus mudik, termasuk pengaturan lalu lintas, penyediaan posko mudik, serta peningkatan fasilitas transportasi, seperti penambahan armada transportasi, pengawasan di titik-titik rawan kemacetan, serta fasilitas posko untuk membantu kenyamanan dan keselamatan pemudik selama perjalanan kembali ke tempat tinggal mereka.

Selain itu, ada juga imbauan untuk pemudik agar tetap memerhatikan protokol keselamatan dan kesehatan selama perjalanan agar arus mudik berjalan lancar dan aman

“Kita akan siapkan personil bagi untuk penjemputan bis tengah malam, kami siapkan ruang istirahat dikantor.silahkan istiharat disini dulu sampai jemputan datang dan kami siap kopi bagi pemudik. Kami disini ada pendampingan dari pihak terkait seperti polres, polsek, personel TNI dari Kodim, dinas perhubungan, dinas kesehatan, biasanya ada program pemeriksaan gratis untuk ceks tensi darah sopir dan penumpang,” katanya

Dengan langkah-langkah ini, diharapkan arus mudik dapat berjalan lancar dan aman, serta memberikan rasa nyaman bagi pemudik.

“Semoga semua persiapan berjalan dengan baik, dan arus mudik serta balik Lebaran dapat terselenggara tanpa kendala, demikian pengawas Satpel TTA Simpang Nangka, Edi Azhari SH MM,” pungkasnya.

Pewwarta : Zul

Please follow and like us:
Pin Share
Ikuti konkret.id di

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *