BENGKULU UTARA, – Pemerhati pendidikan di Kabupaten Bengkulu Utara berharap agar pihak berwenang, dalam hal ini instansi terkait dan penegak hukum dapat mengungkap indikasi ketidakwajaran dalam pengelolaan dana BOSP di PKBM Al-Huda Kabupaten Bengkulu Utara.
Baca juga : Diduga Ada Indikasi Ketidakwajaran Dalam Pengelolaan Dana BOSP di PKBM Al-Huda BU
Harapan itu diungkapkan olehnya kepada awak media ini pada Rabu, 17 Juni 2026. Menurut dia jika dibiarkan, maka dikhawatirkan perbuatan yang dinilai telah mengabaikan kententuan serta berpotensi mengarah kepada perbuatan penyelewengan penggunaan dana ini akan terus berlanjut, pada akhir berakibat merugikan negara.
“Kami betul-betul mengharapkan agar pihak instansi terkait yakni inspektorat segera melakukan audit dan penegak hukum segera mengungkap dugaan penyelewengan ini. Sebab indikasi ketidakwajaran ini jelas terlihat salahsatunya adalah ketidaksesuaian dari jumlah peserta didik riil dan yang dilaporkan,” tegasnya, Rabu sore.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bengkulu Utara, melalui Kabid PAUD, Yenti Fisniarsih, S.Sos, MM mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan monitoring dan validasi ke PKBM Al-Huda. Namun dia tidak menjelaskan kapan monitoring dan validasi itu dilaksanakan dan apa hasilnya.
“Dinas Pendidikan sudah melakukan monitoring ke PKBM dan validasi tentang peserta didik,” singkatnya melalui pesan whatsapp, sembari mengatakan saat itu dirinya sedang berada di Jakarta mengikuti kegiatan Bimtek, sementara hasil monitoring dan validasi PKBM tinggal di kantor.
Untuk kelanjutannya ia menyarankan agar langsung menghubungi Ketua PKBM Al-Huda, Bambang Irawan. “Langsung ke Pak Bambang aja,” elaknya. [***]


































