BENGKULU UTARA, 16 Oktober 2024 – Dengan hadirnya paslon tunggal untuk kedua kalinya dalam sejarah Pilkada Bengkulu Utara membuat sebagian masyarakat tidak mempunyai pilihan politik yang sesuai dengan aspirasi mereka. Maka, kolom kosong disebut bisa jadi alternatif selamatkan pilihan politik.
Hal itu diungkapkan oleh salah seorang pentolan masyarakat Bengkulu Utara. Karena menurut dia, banyak masyarakat yang kecewa lantaran dengan paslon tunggal justru tidak mewadahi aspirasi masyarakat terkait siapa calon yang mereka inginkan.
Maka, tak heran jika akhirnya muncul perlawanan dari gerakan untuk memenangkan Kolom Kosong pada Pilkada Bengkulu Utara pada Pilkada serenrak 27 november 2024 nanti.
Dia menjelaskan, jika kolom kosong menang, maka sesuai dengan hasil Rapat Kerja Komisi II DPR bersama pemerintah dan lembaga penyelenggara pemilu bulan September lalu, disepakati bahwa akan digelar pilkada ulang pada september 2025.
Daerah yang calonnya dikalahkan oleh kotak kosong akan dipimpin seorang penjabat kepala daerah yang ditunjuk oleh pemerintah yang akan menjabat hingga pilkada ulang diselenggarakan.
Berdasarkan UU Pilkada, pada pilkada ulang nanti, partai politik atau gabungan partai politik yang memiliki hak untuk mengusulkan pasangan calon bisa kembali mengajukan kandidat baru.
Itu artinya pada pilkada ulang nanti masyarakat akan disajikan banyak pilihan calon pemimpin yang bisa mereka pilih sebab MK dalam putusannya sudah menurunkan ambang batas (threshold) pencalonan kepala daerah sehingga memberi peluang kepada partai partai dengan perolehan kursi sedikit, termasuk juga parpol tanpa kursi untuk bisa mengusung calon kepala daerah sendiri.
Menurut beberapa sumber kepada media ini mengungkapkan jika masyarakat yang menyuarakan Kotak Kosong saat ini semakin luas. Hal ini merupakan wujud kekecewaan mereka atas kegagalan proses demokrasi di Bengkulu Utara.
“Bagi masyarakat memilih kotak kosong bisa menjadi alternatif menyelamatkan pilihan politik sekaligus menyelamatkan demokrasi di Bengkulu Utara,” tegasnya.
Ia menegaskan bahwa masyarakat juga perlu diedukasi bahwa paslon tunggal bukanlah satu-satunya pilihan yang ada pada pilkada nanti. Melainkan ada juga alternatif kotak kosong yang bisa dipilih masyarakat jika paslon yang ada tidak sesuai dengan aspirasi yang dikehendaki.
“Dengan memenangkan kotak kosong maka sesuai aturan, pilkada akan diulang pada tahun depan dimana parpol bisa kembali mengajukan calonnya masing-masing dan ini bisa memberi masyarakat banyak pilihan calon pemimpin yang bisa dipilih sesuai dengan aspirasi dan hati nurani,” tandasnya. *



































