/
/
banner 728x250
BanyuasinRagam

Keluhan Pemuda Tulang Punggung Keluarga yang Tak Punya Pekerjaan

1081
×

Keluhan Pemuda Tulang Punggung Keluarga yang Tak Punya Pekerjaan

Sebarkan artikel ini
Ramadhaon bersama keluarganya di rumah berukuran 4x6 meter
banner 728x250

BANYUASIN – Sebagai tulang punggung keluarga Ramadhona (23) warga Desa Rantau Harapan, Kecamatan Rantau Bayur, Kabupaten Banyuasin, mengeluh karena belum punya pekerjaan. Sementara ayahnya tengah menderita sakit liver.

Keluhan pemuda dari keluarga kurang mampu ini telah disampaikannya langsung kepada Bupati Banyuasin, saat Rakorcam di Desa Rantau Harapan. Saat itu dia meminta kepada Bupati Banyuasin supaya ia dapat bekerja di Perusahaan yang ada di desanya.

Ramadhon mengatakan, untuk masuk kerja di perusahaan yang ada di desanya sendiri sangat sulit. Sementara ia sangat membutuhkan pekerjaan mengingat kondisi ekonomi keluarganya.

Rama merupakan anak pertama dari 4 bersaudara, ia tinggal bersama Ibu, Ayah dan 3  orang adiknya di sebuah rumah panggung yang terbuat dari kayu dengan ukuran 4 x 6 meter.

Ayahnya bernama Dahlani dan ibunya Komaria. Adik pertamanya laki-laki berusia 21 tahun, adik keduanya perempuan berusia 15 tahun, dan yang bungsu juga laki-laki baru berusia 6 tahun.

Sebagai anak tertua ia terpaksa harus menjadi tulang punggung keluarga karena sejak beberapa tahun terakhir ayahnya sakit. Sementara ibunya hanya bekerja sebagai buruh tani, menggambil upahan menanam padi di sawah milik orang.

Ibu Rama, Komaria mengatakan, ketiga anaknya yang remaja itu putus sekolah karena terkendala biaya. “Kalo yang bungsu masih sekolah, sekarang kelas 1 SD,” ucap Komaria.

Komaria menuturkan, Ramadhon lah yang menjadi tulang punggung keluarga. Demi mendapatkan uang untuk kebutuhan hidup keluarga, Ramadhon rela bekerja serabutan.

“Kadang merumput kebun orang nyari upahan, kadang jaga keamanan, dan lain-lain yang penting halal,” kata Komaria.

Sementara Ayahnya Rama hanya bisa berdiam diri dirumah karena kondisinya yang sedang sakit.

“Kalau waktu penyakitnya tidak kumat ayahnya juga ikut membantu ke sawah, tapi tidak bisa kerja yang berat-berat,” tuturnya.

Baca Juga :  Ancaman Game Online Terhadap Pola Pikir Anak || Oleh : Heni Indriani

Sementara Ramadhon sangat berharap kepada PT SMSE agar bisa merekrutnya dan warga yang lain untuk bisa bekerja di perusahaan tersebut.

“Begawe apo bae dak papo, nak perawatan sawit nak panen sawit, apo yang Laen yang penting kami pacak begawe,” ujar Rama.

Pewarta : Shr

Please follow and like us:
Pin Share
Ikuti konkret.id di

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *